Ketika Wahyu Menyapa Ilmu: Mukjizat Al-Qur’an dan Hadis dalam Sains Modern
Manusia selalu ingin tahu dari mana segalanya bermula. Alam semesta yang luas ini, kehidupan yang penuh rahasia, bahkan diri kita sendiri — semuanya menuntun pada satu pertanyaan besar: siapa yang menciptakan, dan untuk apa semua ini ada? Al-Qur’an menjawab dengan cara yang tak hanya menenangkan hati, tapi juga menantang akal untuk berpikir. Ia bukan buku sains, tetapi di dalamnya terdapat tanda-tanda ilmiah yang terus terbuka seiring majunya zaman. ุฅَِّู ِูู ุฎَِْูู ุงูุณَّู
َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถِ َูุงุฎْุชَِูุงِู ุงَِّْูููู َูุงََّูููุงุฑِ َูุขَูุงุชٍ ِูุฃُِููู ุงْูุฃَْูุจَุงุจِ “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. ฤli ‘Imrฤn: 190) Ayat ini menjadi dasar bagi para ulama dan ilmuwan Muslim klasik untuk melihat bahwa sains dan wahyu tidak pernah bertentangan, sebab keduanya bersumber dari Tuhan yang sama — yang menurunkan kitab-Nya dan yang menciptakan alam ini. ⸻ ๐ Asal Usul Alam Semesta ุฃَََููู
ْ...