Sang Nabi yang tidak bisa membaca & menulis
Salah satu aspek penting dari kehidupan Rasulullah ๏ทบ adalah status beliau sebagai seorang “ummi”—yakni tidak bisa membaca dan menulis. Dalam pandangan sekilas, sebagian orang bisa mengira bahwa hal ini adalah kekurangan. Namun, justru sebaliknya: ke-ummiy-an Nabi ๏ทบ adalah bagian dari kesempurnaan dan mukjizat yang menegaskan kebenaran risalah Islam. Dalil Al-Qur’an tentang Ke-ummiy-an Nabi ๏ทบ : Allah Ta‘ala berfirman: “Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sebelumnya satu kitab pun, dan tidak (pernah) menulis dengan tanganmu; jika demikian, niscaya ragu orang-orang yang batil.” (QS. al-‘Ankabลซt: 48) Ayat ini menegaskan bahwa Rasulullah ๏ทบ sama sekali tidak belajar dari kitab-kitab terdahulu, tidak membaca, dan tidak menulis. Maka, tidak ada ruang bagi orang Yahudi, Nasrani, maupun kaum Quraisy untuk menuduh bahwa Al-Qur’an hanyalah hasil tiruan dari literatur sebelumnya. “Iqra’” dan Makna Membaca Realitas : Wahyu pertama yang turun adalah firman Allah: “Iqra’ bismi rabbika...