Terbitnya Sang Surya di Negri Timur
Sebelum cahaya itu terbit dari timur, dunia telah terlalu lama berada dalam kegelapan. Bukan kegelapan yang hening, melainkan kegelapan yang bising oleh kezaliman, mabuk oleh hawa nafsu, dan pekat oleh kebodohan yang diwariskan turun-temurun. Manusia hidup, namun nilai kemanusiaan nyaris mati. Peradaban berjalan, tetapi tanpa arah dan tujuan. Di Jazirah Arab, masyarakat hidup dalam apa yang kemudian dikenal sebagai jahiliyah—bukan sekadar kebodohan intelektual, melainkan kebutaan moral dan kerusakan spiritual. Tuhan disembah dalam bentuk batu dan patung. Di sekitar Ka’bah berdiri ratusan berhala: Hubal, Latta, ‘Uzza, dan Manat. Tawaf dilakukan dalam keadaan telanjang. Nasib manusia digantungkan pada ramalan panah dan takhayul, bukan pada akal dan nilai ilahi.¹ Kehidupan sosial pun runtuh dari dalam. Perang antar kabilah berlangsung puluhan tahun hanya karena persoalan sepele. Darah tertumpah tanpa penyesalan. Minuman keras, zina, perjudian, dan riba menjadi bagian dari keseharian. ...